Bolt Yakin Bertarung di Perang 4G 2016


Bolt Yakin Bertarung di Perang 4G 2016Bolt Yakin Bertarung di Perang 4G 2016

Bacait.net –  Sudah bisa dipastikan, para operator telekomunikasi bakal lebih menggeber layanan 4G LTE pada tahun 2016 ini. Hal ini nyatanya tak lantas membuat Bolt ciut dan siap menantang para raksasa.

Saat ini Bolt mengalokasikan 30 MHz di frekuensi 2.300 MHz dan mengusung teknologi Time Division Duplex (TDD) yang memiliki karakteristik askes download tinggi.

Layanan 4G yang diusung Bolt dan operator seluler (Telkomsel, XL dan Indosat) berbeda dari segi lisensi. Lisensi yang dimiliki operator punya kelebihan bisa digunakan untuk telepon, SMS, dan data karena lisensi yang dimiliki adalah mobile seluler dengan cakupan nasional di 900 MHz dan 1.800 MHz.

Sementara Bolt hanya punya lisensi fixed broadband wireless access (BWA) di spektrum 2,3 GHz alias 2.300 MHz yang aksesnya terbatas di zona wilayah tertentu, tanpa diberi blok penomoran telepon, dan hanya boleh untuk menyalurkan koneksi data saja.

Meski demikian. Bolt tak gentar untuk head to head dengan 4G besutan operator seluler. Terlebih, pangsa pasar 4G di Indonesia masih sangat besar untuk digarap.

“Pertumbuhan jumlah pengguna internet 4G di Indonesia diperkirakan akan meningkat secara signifikan pada tahun 2016. Pengguna internet sekarang ini semakin membutuhkan multimedia yang kian kompleks. Tidak hanya berupa gambar dan suara tetapi juga video streaming berkualitas High Definition (HD). Teknologi 4G membuat konsumen lebih nyaman dalam menikmati layanan tersebut,” ujar Dicky Moechtar, Chief Executive Officer Bolt.

Optimisme Bolt untuk dapat bersaing di pasar 4G didorong oleh layanan 4G Ultra LTE yang mengandalkan tiga jargon: Ultra-Speed, Ultra-Coverage dan Ultra-Value.

4G Ultra LTE Bolt diklaim mengadopsi teknologi mutakhir, 4G+ (LTE-Advanced). Teknologi ini dilengkapi dengan fitur Carrier Aggregation (CA) yang dikatakan mampu memberikan kecepatan internet dua kali lipat (hingga 200 Mbps) dan meningkatkan pengalaman pelanggan dalam berinternet.

Fitur lainnya adalah Interference Cancellation (ICIC) dan Simple Frequency Network (SFN) yang berfungsi untuk mengontrol dan mengatur kualitas sinyal sehingga memungkinkan pelanggan untuk menikmati akses internet yang stabil.

“Dalam hal jaringan, sekitar 95% jaringan Bolt terkoneksi dengan kabel fiber optik. Perpaduan teknologi 4G+ dan kabel fiber optik menghasilkan pengalaman mobile broadband yang tak tertandingi bagi pelanggan,” imbuh Devid Gubiani, Chief Technology Officer Bolt,Senin (8/2/2016).

Jangkauan Bolt juga diklaim terluas di Jabodetabek dengan dukungan 3.600 BTS. Adapun tarifnya juga diklaim hemat, Rp 10.909 per Gigabyte. Dengan kuota 1 GB, pelanggan bisa menikmati streaming video HD hingga 1 jam, streaming musik HD sampai dengan 256 lagu atau browsing internet hingga 44 jam.

Selain konsumen, 4G Ultra LTE Bolt juga diharapkan semakin mendukung pertumbuhan industri digital sejalan dengan perluasan jaringan 4G LTE di Indonesia.

“Para pebisnis startup di industri digital senang bekerja secara co-working dengan pihak lain tanpa terhalang dinding fisik kantor. 4G Ultra LTE Bolt bisa membantu mereka mendapatkan akses internet 4G di manapun di seluruh pelosok area Jabodetabek,” tambah Dicky.

“Dengan segala keuntungan yang bisa diperoleh oleh pengguna layanan 4G ini, Bolt merasa yakin tetap bisa mempertahankan posisi sebagai penyedia layanan mobile broadband terdepan di tahun 2016,” pungkasnya.

By Bacait.net 

Apa artikel ini bermanfaat? Share yuk